LILIN MUDA
Pemimpin
merupakan seseorang yang dapat menjadi panutan bagi orang lain, dapat menjadi seorang
yang bisa dicontoh bagi orang-orang yang berada disekitarnya. Pemimpin bukan
hanya sekedar wacana, pemimpin merupakan seorang yang mampu untuk mempengaruhi,
mampu untuk bertanggung jawab dan mampu untuk menjadi penopang.
Banyak
orang yang beranggapan bahwa pemimpin itu ialah orang yang berada pada posisi
paling depan, jabatan paling tinggi dan orang yang paling banyak bicara. Namun
banyak yang lupa bahwa pemimpin itu bukan hanya sekedar banyak bicara, punya
jabatan maupun duduk paling depan. Pemimpin ialah seorang yang dapat
merealisasikan ide-idenya, gagasannya, pemikirannya, perasaannya dengan
tindakan bukan hanya dengan ucapan. Pemimpin ialah orang yang berintregritas
penuh untuk memajukan orang-orang yang dipimpinnya dan menjadikan orang yang
dipimpinnya mampu lebih baik darinya dan mampu untuk mengembangkan potensi yang
dimiliki.
Pada
satu kasus, pendaki misalnya, seorang pemimpin yang baik ialah dia yang mampu
berjuang bersama anggotanya untuk sampai puncak bersama-sama dan menuruni
puncak juga bersama. Bukan dia yang ingin ke puncak sendiri dan meninggalkan
anggotanya. Pemimpin ialah seorang yang bisa mengayomi anggotanya dan menjadi
problem solver yang baik.
Seyogiyanya,
jiwa pemimpin tertanam pada setiap jiwa manusia. Semua orang ialah pemimpin
namun dalam aspek yang berbeda. Salah jika ada yang berpendapat bahwa pemimpin
hanya untuk orang-orang atau kalangan tertentu saja. Atau berpikir bahwa
pemimpin ialah orang yang bercakap keras didepan dan memerintah.
Pemimpin adalah seseorang
dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan
sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. Pemimpin adalah mereka
yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan,
mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan
dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. Pemimpin pertama-tama harus
seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri
para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius,
dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara
kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan
yang berlainan. Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan
orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu
posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin. Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang
mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas
utama dari kepemimpinan Pancasila adalah 1.) Ing Ngarsa Sung Tuladha:
Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola
anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya, 2.) Ing Madya Mangun
Karsa: Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi
pada orang – orang yang dibimbingnya, 3.) Tut Wuri Handayani: Pemimpin harus
mampu mendorong orang–orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup
bertanggung jawab. Menyatakan pemimpin adalah individu manusia
yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat
yang ditetapkan. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki
kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain
atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya. Pemimpin adalah seorang
pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan
disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk
bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan. Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang
dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan,
mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise,
kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang
yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan
akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
Pemimpin
ialah kita. Mampu untuk berpikir maju kedepan, bukan hanya mengeluh dan
sayup-sayup bergumam dibelakang layar. Pemimpin ialah kita, yang dapat meracik
kata untuk mengimplementasikan menjadi sebuah asa, tindakan dan pengaruh yang
baik bagi sesama. Pemimpin ialah kita, yang tertanam jiwa rela berkorban dan
mengabdi.
Namun
demikian, menjadi sosok pemimpin yang baik bukan merupakan hal yang gampang.
Bukan sempurna yang dicapai, namun kepuasan atas suatu pencapaian. Untuk
menjadi pemimpin yang baik harus disertai niat yang baik pula, selain itu,
perlu juga kader yang baik untuk menempa sosok pemimpin. Kaderisasi biasanya
dilakukan pada beberapa tahap kehidupan, contohnya, sekolah, kuliah,
berorganisasi dan lain sebagainya. Dengan kaderisasi yang baik maka sosok
pemimpinpun akan menjadi baik.
Namun
apakah baik saja cukup? Pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah permasalahan
pada kader-kader pemimpin masa depan. Untuk menjadi pemimpin, baik saja tidak
cukup. Sebagai Diponegoro muda, sosok pemimpin ialah pemimpin yang COMPLETE.
Communicator, professional, leader, entrepreneur, thinker, educator.
Pemimpin
yang complete merupakan pemimpin yang sudah memiliki ke-6 aspek tersebut. Aspek
tersebut harus diimplementasikan dalam diri masing-masing sebagai realisasi
konsep yang telah dibentuk. Sebagai diponegoro muda, seharusnya dapat
menjadikan complete sebagai acuan dalam berkarya.
Communicator
dapat berarti orang yang dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi yang baik
diperlukan untuk mengutarakan ide, gagasan dan pemikiran yang dimiliki. Selain
itu, komunikasi juga dibutuhkan untuk memahami dan dipahami oleh orang-orang.
Tanpa komunikasi maka seseorang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin.
Komunikasi
dalam hal ini banyak sekali macamnya. Ada komunikasi verbal dan komunikasi non
verbal. Komunikasi verbal ialah komunikasi yang dilakukan sehari-hari seperti
bicara, bercengkrama, sharing dan hal-hal lain yang menggunakan kata-kata,
ucapan dan suara. Komunikasi ini merupakan komunikasi dasar yang harus dimiliki
oleh pemimpin. Karena tidak dapat di pungkiri bahwa komunikasi verbal sangat
dibutuhkan dalam segala macam aspek kehidupan.
Selain
komunikasi verbal juga ada komunikasi non verbal. Komunikasi non verbal
merupakan komunikasi yang dilakukan tanpa ucapan, suara maupun kata-kata.
Komunikasi non verbal yaitu komunikasi yang dilakukan melalui gesture atau
gerakan tubuh, perasaan dan mimic atau ekspresi. Komunikasi ini merupakan
komunikasi yang sangat sulit dilakukan dan dipahami. Hal ini karena komunikasi
non verbal merupakan komunikasi yang harus mengutamakan pengertian dan
dimengerti. Tanpa mengerti dan dimengerti, maka pesan yang diutarakan tidak
mampu tersampaikan.
Sebagai
seorang pemimpin yang complete, komunikasi merupakan salah satu hal yang harus
dilatih dan dikembangkan agar dapat menyampaikan pesan dengan baik. Dengan
komunikasi yang baik, maka pemimpin dapat berpengaruh bagi orang lain.
Aspek
kedua yaitu professional. Professional sendiri
mempunyai arti seorang yang terampil, handal dan sangat bertanggung jawab dalam
menjalankan tugas (Profesinya). Profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan
tugas dan fungsinya secara baik dan benar dan juga komitmen dari para anggota
dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan.
Ciri-ciri Profesionalime yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu dapat
mempertanggungjawabkan apa yang sedang ia lakukan. Ciri-cirinya adalah Memiliki
kemampuan/keterampilan dalm pekerjaan yang sedang dilakukan dan yang berhubungan
dengan bidang pekerjaan. Seorang harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan
ke dalam pekerjaannya. Punya ilmu dan
pengalaman dalam menganalisa suatu masalah. Bekerja di bawah disiplin kerja, mampu
melakukan pendekatan disipliner, Mampu
bekerja sama, Cepat tanggap terhadap
masalah yang ada disekitar lingkungan. Dengan demikian maka seorang pemimpin
dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin yang professional.
Selanjutnya yang ketiga yaitu Leader atau pemimpin. Leader
disini dapat berarti bahwa seorang yang menjadi penggerak, pemicu, dan pemotor
dalam suatu hal. Leader merupakan orang yang dapat responsive. Arti
pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan,
khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi
orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi
pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu
bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan
aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.
Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi
perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan
tertentu. Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk
mencapai tujuan. Kepempinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan
sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai
sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat
melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat,
ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
Entrepreneur
ialah jiwa untuk berwirausaha. Berwirausaha merupakan proses untuk mengembagkan
usaha yang dirintis sesuai dengan tujuan pelaku usaha. Pelaku usaha merupakan
seorang yang memiliki jiwa berwirausaha yang tinggi. Pelaku usaha memiliki jiwa wirausaha yang
bisa didapatkan melaui proses wirausaha, lingkungan, keluarga, maupun
pendidikan.
Terdapat
beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk mendirikan sebuah usaha. Lagkah
pertama yaitu, pelaku usaha memiliki gagasan atau ide yang akan dikembangkan.
Setelah gagasan atau ide sudah direncanakan, maka langkah yang selanjutnya
yaitu dengan mencari lokasi yang akan dijadikan tempat usaha. Lokasi yang
dipilih merupakan lokasi yang strategis dengan kriteria luas, mempunyai halaman
parkir, mudah terlihat, terdapat banyak tempat usaha lain yang bukan sejenis
dan perumahan, ramai, rute jalan lambat dan sesuai dengan gagasan atau ide.
Diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk menganalisa lokasi, karena lokasi
menentukan karir usaha kedepan. Setelah dapat menemukan lokasi yang tepat,
pelaku usaha selanjutnya mengurus perijinan yang telah ditentukan agar tidak
melanggar hukum yang berlaku. Kemudian pelaku usaha dapat memulai bisnis yang
didirikan dengan mendistribusi atau membuat barang dan jasa yang akan dijual.
Pelaku
usaha dalam mengembangkan usahanya harus memperhatikan prinsip etik dan legal.
Kedua prinsip ini merupakan landasan dasar suatu usaha dapat berjalan. Etika
dapat menjadi aturan yang berlaku bagi usaha untuk menilai benar dan salahnya
norma yang berjalan pada usaha, sedangkan kelegalan suatu usaha merupakan dasar
untuk menaati peraturan hokum yang berlaku. Dengan adanya kedua prinsip dasar
ini dengan baik, maka usaha akan mendapatkan nilai tambah di mata masyarakat
dengan mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang
ditawarkan. Entrepreneur sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik dan
dapat disegani oleh anggotanya karena dapat menghasilkan karya yang mempunyai
nilai jual.
Aspek
selanjutnya yaitu thinker atau pemikir. Pemikir memiliki 2 tipe. Pemikir Analis
dan pemikir Dinamis. Tipe Pemikir Dinamis adalah orang-orang yang
penuh percaya diri dan mandiri. Mereka memancarkan antusiasme dan energi. Tipe
Pemikir Dinamis mengejar tujuan-tujuan mereka dengan aktif dan penuh semangat.
Tak ada yang lebih mereka cintai dibanding tantangan-tantangan baru. Tipe ini
dilahirkan sebagai pemimpin, kompeten, penuh semangat, dan bertanggung jawab.
Mereka memiliki mata yang tajam dalam melihat kesalahan dan dapat mengritik
tanpa kenal ampun jika melihat kesuksesan suatu proyek terancam bahaya. Mereka
sama sekali tidak peduli apakah mereka mengasingkan orang lain dalam prosesnya.
Tapi mereka selalu menerima argumen-argumen objektif; mereka sangat menyukai
diskusi, sangat berbakat retorika, dan pandai meyakinkan serta menyemangati
orang lain.
Karena sangat mudah bergaul, tipe Pemikir Dinamis suka jika
dikelilingi banyak teman, lebih disukai jenis yang dengannya mereka dapat
berbagi minat dan berdiskusi mengenai beragam jenis topik. Mereka sangat
blak-blakan tapi tidak pernah dengan maksud jahat. Kalau Anda tahan dihujani
kata-kata yang diucapkan tanpa tedeng aling-aling, Anda bisa mendapatkan teman
yang setia dan penasehat yang teguh dalam diri mereka. Segala sesuatu yang baru
dan tidak dikenal merangsang tipe Pemikir Dinamis dan membangkitkan rasa ingin
tahu mereka. Namun demikian, peraturan, rutinitas, dan hal-hal tradisional
membangkitkan penolakan mereka. Jika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mereka
inginkan, mereka dapat bereaksi agak bebal dan keras kepala.
Tipe Pemikir Dinamis berharap banyak pada diri mereka sendiri
dan orang lain. Siapa pun yang tidak cocok dengan rencana mereka tidak akan
ditolerir. Kadang-kadang mereka tampak agak kejam karena keterusterangan
mereka. Pasangan dan keluarga juga merasa sulit memuaskan tipe Pemikir Dinamis.
Mereka tahu persis apa yang mereka inginkan dan berkompromi tak pernah terpikir
oleh mereka. Barangsiapa memiliki tipe Pemikir Dinamis sebagai pasangan harus
memiliki kepribadian kuat dan memiliki kemandirian tinggi serta rasa percaya
diri yang cukup untuk memberi sedikit perlawanan kepada tipe pendominasi ini. Biasanya,
bagi tipe Pemikir Dinamis, hubungan dengan pasangan hanya berada di urutan
kedua setelah pekerjaan mereka. Namun mereka suka memiliki pendamping yang
setara dengan mereka secara intelektual, yang dengannya mereka dapat mengejar
tujuan-tujuan bersama dan mengadakan diskusi-diskusi menarik sepanjang malam;
lebih disukai diskusi-diskusi faktual – hal-hal sentimental dan asmara bukan
kegemaran mereka.
Tipe Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka
suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan
terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya.
Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah
orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan
merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan
ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan
menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka
tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi
mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi
tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe
Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi
lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan
tertarik pada informasi baru.
Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan
pada masalah sehari-hari – mereka biasanya hanya mengkhawatirkan diri sendiri
dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat
tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga
memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam
hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe
Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan
atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala
mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa
percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak
kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil
memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang
jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang.
Kedua
tipe pemikiran tersebut merupakan pemikiran yang dibutuhkan oleh sosok
pemimpin. Kedua tipe pemikiran itu sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin
yang complete.
Aspek
selanjutnya yaitu educator. Educator adalah seorang yang mampu untuk
mengajarkan suatu ilmu, pengalaman dan kebahagiaan kepada orang lain. Sebagai
pemimpin harus mengamalkan ilmu-ilmu yang dimilikinya agar dapat dibagi dengan
orang lain. Sifat seperti sangat diperlukan untuk menjadi pemimpin yang
complete. Pemimpin yang complete bukanlah pemimpin yang egois dengan menyimpan
semua pemikirannya sendiri, menyembunyikan semua ilmunya dalam dirinya sendiri.
Ke
enam aspek tersebut merupakan aspek yang sangat dibutuhkan untuk menjadi
pemimpin yang complete sesuai dengan tujuan Diponegoro muda.
Pemimpin
yang complete diibaratkan dengan sebuah lilin. Lilin merupakan penerang bagi
semua aspek. Penerang dalam kegelapan, penerang dalam kehidupan. Dan sifat
lilin yaitu mampu untuk membuat lilin yang lain menyala dan terang. Lilin dapat
meleleh, benar. Tapi itu merupakan salah satu sifat rela berkorban demi untuk
menerangi yang lain.
Seperti
tokoh penggagas keperawatan militer, Florence Nightiangle yang selalu membawa
lentera lilin kala malam-malam tiba untuk menerangi jalannya dalam
menyelamatkan pasien yang dalam krisis karena membela Negara. Selama perang berlangsung, Florence
menghadapi pertempuran berat untuk meyakinkan para dokter militer bahwa para
perawat wanita pun diperlukan di sebuah rumah sakit militer. Perang Crimea
telah membongkar sistem kemiliteran Inggris yang ternyata mengirim ribuan
prajurit untuk menjemput kematiannya sendiri akibat kekurangan gizi, penyakit,
dan diabaikan. Sebanyak 60.000 prajurit Inggris dikirim ke Crimea. Sejumlah
43.000 meninggal, sakit, atau terluka, dan hanya 7.000 yang terluka oleh musuh.
Sisanya merupakan korban akibat lumpur, kekacauan, dan penyakit.
Pada saat perang akan berakhir,
laporan dan saran Florence Nightingale membuat Inggris seperti dilanda badai.
Dia menjadi pahlawan wanita negara tersebut. Pada tahun 1860, Sekolah
Keperawatan Nightingale dibuka di London dan kelas pertamanya berisi lima belas
orang murid wanita muda. Sepanjang hidupnya, sebelum dia meninggal saat sedang
tidur pada usia sembilan puluh tahun di tahun 1910, dia bekerja tanpa lelah
untuk mengadakan perubahan-perubahan di kemiliteran yang berhubungan dengan
perawatan kesehatan dan medis.
Sedikit
kisah dari Florence N. diatas dapat menjadi sebuah kisah yang menggambarkan
bagaimana pemimpin yang complete sebenarnya. Pemimpin yang complete merupakan
pemimpin yang dapat menjangkau semua aspek yang ada.
Pemimpin
yang complete harus seperti lilin yang dengan jiwa raganya berusaha untuk
menerangi, memberi pencerahan dan membagi cahaya tersebut kepada semua.
Pemimpin adalah kita dan kita adalah pemimpin. Yang berorientasi kedepan. Yang
selalu mementingkan kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi. Yang
selalu berjahasa dan rela berkorban demi sesame. Pemimpin ialah penerang,
pemimpin ialah lilin, pemimpin ialah kita.
Komentar
Posting Komentar