Kontrol Infeksi Pasien

2.3 KONTROL INFEKSI HOME CARE
2.3.1 Pengertian Infeksi dan Mekanisme infeksi
-          Infeksi adalah masuk dan berkembangnya agen infeksi (virus dan bakteri) ke dalam tubuh manusia
-          Menurut Jhonson (1999) , dalam mekanisme infeksi, dibutuhkan agen infeksi seperti virus dan bakteri, lalu agen bakteri tersebut memiliki tempat penyimpanan yang digunakan untuk hidup dan berkembang biak. Dengan adanya agen bakteri tersebut, Ia akan mengeinfeksi tubuh dengan perantara.
-          Perantara dalam infeksi menuurut Johnson (1999)
a.       Transmisi kontak
Terdiri dari kontak langsung dan tidak langsung.
- Kontak Langsung: melalui antar manusia, hubungan seksual, menyentuh/bersentuhan dan menggigit (termasuk gigitan binatang). Kontak langsung dapat terjadi dengan jaringan tubuh yang terkelupas, yang akan konta dengan debu yang terkontaminasi oleh virus atau bakteri.
- Kontak Tidak langsung: terjadi ketika agen infeksi menyebar melalui darah, pakaian, dan lain-lain.
b.   Penularan melalui air ludah/ droplet
melalui ludah yang mengandung agen infeksi, contohnya: batuk berdahak, dahaknya dapat menjadi perantara infeksi
c.       Penularan melalui udara
Agen bakteri yang tersebar di udara akan masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan dan menginfeksi tubuh.
d.      Penularan melalui vector (perantara)
Agen infeksi dapat tersebar melalui host nonverterbrata perantara misalnya nyamuk

2.3.2 Kontrol Infeksi di Rumah
Menurut Johnson dkk (1999), ada beberapa yang harus diperhatikan dalam control infeksi di rumah
Peralatan
1.      Sarung tangan steril atau tidak steril
2.      Apron/celemek
3.      Masker, Cardiopulmonary Resusitasi
4.      Tameng wajah atau kaca mata
5.      Larutan pemutih 10%
6.      Wadah sampah bahaya-biologis yang impermeabel
7.      Wadah plastic yang kaku
8.      Disinfektan rumah tangga
9.      Tissue
10.  Liquid soap

2.3.3 Tujuan
1.      Mencegah perpindahan organisme dari klien ke orang lain dirumah
2.      Mencegah kontaminasi bahan steril dan bersih oleh mikroorganisme yang ada dirumah
2.3.4 Hasil yang diinginkan
1.      Perpindahan organisme melalui darah atau udara tidak terjadi
2.      Bahan yang diperlukan untuk perawatan klien terus-menerus dipertahankan dalam lingkungan yang bersih.
2.3.5 Pengkajian
1. Berfokus pada kemampuan klien atau keluarga untuk memahami dan melakukan procedure
2. Kebersihan lingkungan umum
3. kemungkinan serangga atau hewan pengerat
4. Kehidupan main dirumah
5. Kondisi khusus klien yang memerlukan teknik control infeksi khusus

2.3.6 Identifikasi Hasil dan Perencanaan
   Klien dan keluarga akan secara konsisten menunjukan praktik cuci tangan yang baik, menunjukan kemampuan untuk melakukan tugas kebersihan lingkungan, menunjukan teknik yang tepat dalam melakukan penanganan khusus terhadap balutan kotor dan jarum yang pernah digunakan.
2.3.7 Implementasi
1.      Mencuci tangan yang baik
-          Menjelaskan procedure kepada klien dan keluraga dan atur peralatan
-          Nyalakan air
-          Dengan menggunakan sabun gosok kulit denagn keras selama 10 detik, bilas di air yang mengalir
-          Matikan kran dengan tissue dan keringkan tangan dengan tissue
-          Jangan mengelap dengan handuk/tissue bekas orang lain
-          Mengajarkan kepada klien dan keluarga agar mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan perawatan ataupun dalam menggunakan toilet
-          Perawat juga perlu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perawatan
2.      Pembersihan Lingkungan Umum
-          Mengajarkan kepada keluarga membersihkan kamar mandi dan dapur dengan desinfektan.
-          Mengajarkan keluarga untuk membersihkan perabotan
-          Memberitahu keluarga dank lien untuk menggunakan handuk, waslap dan sikat gigi sendiri
3.      Menghindari penularan melalui darah
-          Mengajarkan kepada keluarga ketika mencuci garmen, linen, handuk yang kotor arena darah harus menggunakan sarung tangan, bilas semua alat dengan air dingin, pisahkan handuk yang kotor tersebut dengan pakaian keluarga.
-          Perawat mengajarkan kepada keluarga saat membuang balutan yang kotor oleh darah atau cairan dengan menggunakan sarung tangan, menggunakan alat pelinndung pribadi, menempatkan balutan kotor ke dalam sampah bahaya – biologis, perawat harus mengatur pengambilan wadah sampah bio bahaya dari rumah.
-          Jika jarum digunakan, instruksikan penggunaan wadah atau kaleng plastic yang keras disertai penutup.
-          Tuangkan sejumlah larutan pemutihb dalam wadah
-          Masukkan semua benda tajam yang telah digunakan dalam wadah dan pasang penutupnya.
-          Buang ketika isinya sudah mencapai dua pertiganya.
-          Perawat mengajarkan tentang pencegahan standar apabila mereka terkena cairan atau darah.
4.      Pemeliharaan alat
-          Mengajarkan kepada klien dan keluarga untuk menempatkan alat pada area bersih, menutupi alat dengan plastic atau handuk bersih agar tidak terkena bakteri.

2.3.8 Pembuangan Sampah Bahaya – Biologis ( Oleh perawat )
a. Peralatan
-          Wadah sampah bahaya biologis yang ditetapkan
-          Wadah benda tajam yang ditetapkan
-          Kantong sampah bahaya – biologis yang ditetapkan
-          Alat pelindung (Spill kit) atau baju pelindung (spill cloth)
-          Sarung tangan tidak steril
-          Skort
-          Kacamata pelindung
-          Masker
-          Alat pencuci tangan
b. Tujuan
- Membuang benda terkontaminasi sesuai keamanan, hokum, dan peraturan.
- Hasil yang diharapkan (sampel)
Sampah biologis akan ditampung, dipindahkan dan dibuang dengan aman menurut peraturan yang ditetapkan.
c. Pengkajian
Pengkajian berfokus pada penentuan benda yang dianggap sebagai sampah bahaya biologis.Kebutuhan untuk pembuangan sampah bahaya biologis.
Metode pembuangan sampah bahaya biologis.
Identifikasi hasil dan Perencanaan
-          Perawat dapat mengidentifikasi dengan tepat benda yang disebut sebgaai sampah bahaya biologis.
-          Membungkus, memindahkan dan membuang semua benda dengan tepat dan aman.
d. Implementasi
1.      Sediakan semua peralatan agar dapat digunakan setiap waktu.
2.      Jika jarum ,lanset, atau alat lain yang diklasifikasikan sebagai benda tajam digunakan, bawa wadah benda tajam tersebut ke rumah.
3.      Ketika terpajan darah dan cairan tubuh gunakan alat pelindung pribadi.
4.      Jika penggunaan benda tajam diantisipasi, gunaan sarung tangan untuk melakukan prosedur tersebut dan sampai semua benda tajam dengan aman berada di dalam wadah.
5.      Gunakan hanya wadah benda tajam sampai penuh dua pertiganya.
6.      Tutup dengan kuat wadah beri label dan tanggal sesuai kebijakan lembaga dan hukum setempat.
7.      Sediakan semua kantong dan wadah pembuangan bahaya sampah biologis yang diperlukan.

8.      Gunakan sarung tangan selama prosedur.

Komentar